SCORPION TOXIN

Semua spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoksin (racun saraf). Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa sitotoksik (racun sel). Neurotoksin terdiri dari protein kecil dan juga natrium dan kalium, yang berguna untuk mengganggu transmisi saraf sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.

Venom kalajengking digunakan untuk menangkap mangsa, proses pertahanan diri dan untuk proses perkawinan. Semua kalajengking mempunyai venom dan dapat menyengat, tetapi secara alamiah kalajengking cenderung bersembunyi atau melarikan diri. Kalajengking dapat mengendalikan aliran venom, oleh karena itu pada beberapa kasus sengatan tidak mengeluarkan racun atau hanya menimbulkan keracunan ringan. Racun kalajengking adalah campuran kompleks dari neurotoksin atau racun syaraf dan bahan lainnya. Setiap jenis mempunyai campuran unik.

Di Amerika Serikat diketahui hanya jenis yang dianggap berbahaya bagi manusia, yaitu . Centruroides exilicauda dan sekitar 25 jenis lain diketahui menghasilkan racun berpotensi merugikan manusia, tersebar di seluruh dunia. Adapun kalajengking berbahaya di Afrika Utara dan Timur Tengah adalah genus Androctonus, Buthus, Hottentotta, Leiurus), Amerika Selatan (Tityus), India (Mesobuthus), and Mexico (Centruroides). Di beberapa daerah ini, sengatan kalajengking dapat menyebabkan kematian, tetapi data realistis tidak tersedia. Beberapa studi menduga angka kematian pada kasus-kasus di rumah sakit sekitar 4% pada anak-anak yang lebih rentan daripada yang lebih tua. Bila terjadi kematian akibat sengatan ini umunya disebabkan oleh kegagalan jantung dan pernafasan beberapa jam setelah kematian. Selama tahun 1980 di Meksiko terjadi kematian rata-rata 800 orang per tahun. Namun demikian, dalam 20 tahun terakhir di Amerika Serikat tidak ada laporan kematian akibat sengatan kalajengking, demikian pula di Indonesia tidak pernah terdengar. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Androctonus australis.

Sengatan kalajengking bisa membahayakan nyawa, khususnya pada anak-anak dan bayi. Karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, anak anak & bayi akan akan mengalami reaksi yang terparah. Di seluruh wilayah Amerika Serikat, tiap tahun diperkirakan ada 17.000 orang yang tersengat kalajengking khususnya spesies Centruroides yang sangat berbisa. Wilayah paling rawan sengatan kalajengking adalah Arizona, dengan 11.000 orang yang disengat tiap tahunnya. Pada tahun 2009, 17.000 sengatan dilaporkan Poison Arizona dan Pusat Informasi Obat. Sengatan kalajengking dapat menyebabkan reaksi yang bersifat serius seperti sesak napas, masalah pernapasan, penglihatan kabur, cairan pada paru-paru, air liur berlebihan, kesulitan menelan, bicara cadel, kejang otot, hingga kesulitan berjalan. Walaupun tidak semua korban yang tersengat kalajengking tewas, korban sengatan hewan ini seringkali mengalami dampak yang sangat serius, terutama bila korban yang tersengat memiliki alergi terhadap racun kalajengking. Racun kalajengking dapat membuat otot lemah dan sulit dikontrol, sesak napas dan dalam banyak kasus, korban harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan yang lebih lanjut.

Kini, obat terbaru dan pertama untuk penangkal sengatan tersebut tengah dikembangkan di negara Amerika Latin dan telah disetujui oleh FDA. Obat yang diberi nama Anascorp ini berasal dari plasma kuda yang diambil dari beberapa kuda yang pernah mendapat sengatan kalajengking beracun. Sayangnya, reaksi alergi yang serius bisa terjadi pada pasien yang hipersensitif terhadap protein kuda, karena obat ini memang dibuat dari plasma kuda yang diambil dari darahnya. Efek samping yang disebabkan oleh Anascorp termasuk mual, muntah, demam, pilek, ruam, gatal, sakit kepala dan nyeri otot. Reaksi alergi bisa muncul seketika maupun tertunda, tergantung sensitivitas pasien yang menerimanya.

Obat baru ini dinilai lulus uji klinis terhadap 15 anak-anak dengan gejala neurologis akibat terkena sengatan kalajengking. Delapan anak diberi Anascorp dan tujuh anak sisanya diberi plasebo. Delapan anak yang menerima obat menunjukkan kondisi yang membaik hanya dalam waktu empat jam pengobatan, sementara dari ketujuh anak yang diobati dengan placebo, hanya satu anak yang kondisinya membaik. Ini menunjukkan Anascorp, obat buatan Meksiko ini efektif mengurangi risiko kematian dan plasebo tidak menampakkan hasil yang signifikan.

Meski dapat memicu alergi, penawar racun kalajengking yang dibuat dari plasma kuda ini akhirnya disetujui pemakaiannya oleh badan pengawas makanan dan obat atau FDA di Amerika Serikat. Penyetujuan ini dikarenakan hingga saat ini tidak ada obat spesifik yang ditujukan untuk mengatasi sengatan kalajengking. Izin edar diberikan karena tak ada pilihan lain untuk mencegah kematian akibat sengatan kalajengking. Penggunaan obat ini disetujui dengan harapan bisa mengurangi korban yang tewas karena disengat kalajengking. Ini adalah obat pertama yang disetujui FDA untuk kasus sengatan kalajengking.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: